
Sesuai dengan kenaikan BI Rate tersebut, BI juga menaikkan lending facility dari 7,25 persen menjadi 7,5 persen. Selain itu discount facility juga naik sebesar 25 basis poin dari 5,5 persen menjadi 5,75 persen. Pertimbangan yang mendasari BI menaikkan BI rate adalah demi mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan.
Dengan kenaikan BI rate ini, selama kepemimpinan Agus Martowardojo di bank sentral, bunga acuan sudah naik 5 kali, mulai 13 juni 2013 menjadi 6 persen dari 5,75 persen yang bertahan selama 14 bulan pada kepemiminan Darmin Nasution. Kemudian pada 11 Juli naik menjadi 6,5 persen, 29 Agustus menjadi 7 persen, 12 September naik ke 7,25 persen, dan terakhir hari ini kembali naik menjadi 7,5 persen.
0 comments:
Posting Komentar